agusagusgun.wordpress.com

Sambel Cibiuk

Kompromi Mitos Makam dan Ekonomi Modern

Von Grunebaum berpendapat, Islam secara umum berada pada posisi tradisi besar, sementara tradisi kecil adalah tempat bagi arus dasar yang lebih merakyat. Tradisi kecil masih diketahui oleh kaum terpelajar, akan tetapi secara resmi ia diinkari atau dicela. Namun pada pembagian tradisi ini ada celah, sarjana humanistik mengkaji suatu tradisi dari atas, yakni mempelajari tradisi dari literatur, karya-karya seni kalangan terpelajar dari peradaban besar. Di sisi lain, para antropolog mempelajari realitas-realitas nyata dalam kehidupan sosio-kultural komunitas-komunitas kecil.

Sambel Indofood sebagai tradisi besar dan Sambel Cibiuk yang mewakili budaya lokal sebagai tradisi kecil tidak terpengaruh keberadaannya, malah mampu masuk internasional.

Rumah Makan Sambel Cibiuk dirintis oleh H. Iyus semenjak tahun 1999 terus menggurita menjadi besar, dan kini telah memiliki 43 outlet Sambel Cibiuk yang tersebar di 19 kota di Indonesia dengan sistem pengembangan company own unit, company sharing unit, dan Franchise, sehingga omset perbulannya mencapai Satu Milyar Rupiah.[i] Fenomena ini sangat unik, Sambel yang diliputi oleh Mitos Makam Keramat bisa masuk ke perdagangan modern. Ini merupakan sebuah anomali teori tradisi besar-tradisi kecil Robert Redfield (1956), dimana Sambel Cibiuk yang dilingkupi oleh mitos makam keramat yang mewakili tradisi kecil, mampu menembus perdagangan modern yang mewakili tradisi besar.

Kesimpulan 

Sambel Cibiuk yang tetap lestari di Masyarakat Cibiuk merupakan warisan turun temurun masyarakat setempat, ini merupakan warisan budaya yang tetap di pertahankan. Dalam perkembangannya tradisi membuat sambal Cibiuk dalam acara hajatan masih tetap dipertahanan, karena masyarakat Cibiuk merasa Sambel adalah bagian dari kehidupannya.

Pada kasus sambel Sambel Cibiuk terjadi anomali teori tradisi besar-tradisi kecil. Sambel Cibiuk yang diliputi oleh Mitos Makam Keramat bisa masuk ke perdagangan modern. Ini merupakan sebuah anomali teori tradisi besar-tradisi kecil Robert Redfield (1956), dimana Sambel Cibiuk yang kental dengan mitos makam keramat yang mewakili tradisi kecil, mampu menembus perdagangan modern dan sudah berkorporasi dengan pengelolaan Modern.