agusagusgun.wordpress.com

sambel cibiuk

Sambel Cibiuk Sarana Penyebaran Islam

Syaikh Ja’far Shadiq dalam dakwah Islamnya selain mengajarkan Syariat pokok Islam. Juga tata cara makan minum, agar sesuai dengan tuntunan Islam. Antara lain, makan-minum menggunakan tangan kanan, makan setelah terasa lapar dan berhenti makan jika akan kenyang. Sebelum menyuapkan makanan, dianjurkan membaca basmallah dan doa yang mengandung keharusan, setiap makanan benar-benar halal dan bersih (halalan t}ayyiban), baik jenisnya, maupun cara memperolehnya tidak mengandung keharaman.

Setelah selesai makan, dianjurkan membaca doa alh}amdulillah al-ladhi> at}’amana> wa saqana> waja’alna> muslimi>n. Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum dan memasukkan kami ke dalam kelompok orang berserah diri. Ajaran-ajaran tersebut diberikan Embah Wali kepada tamu-tamunya yang datang berkunjung untuk menuntut ilmu. Setiap tamu pasti disambut baik. Disuguhi makan-minum. Salah seorang putri Embah Wali, bernama Fatimah, mendapat tugas membuat hidangan nasi akeul atau nasi liwet. Di antara lauk-pauk yang dihidangkan, selalu tersedia Sambel lengkap dengan lalapannya. Sambel istimewa yang kelak menyandang nama “Sambel Cibiuk” itu.[i]

Sambel Cibiuk biasa disediakan dalam hajatan perkawinan di masyarakat Cibiuk, biasanya si penyelenggara hajatan mengu

ndang seorang keturunan yang mempunyai resep Sambel Cibiuk untuk membuat empat jenis Sambel Cibiuk, yakni: Sambel Leunca tanpa terasi, Sambel terasi tomat hijau, Sambel Goang. Empat jenis Sambel tersebut adalah varian asli dari Eyang Siti Fatimah. Sekarang telah banyak varian kreasi dari pemilik restoran, seperti Sambel Udang. Ada mitos yang sangat terkenal dalam pembuatan Sambel Cibiuk “sok sanajan bahan sambelna sami, tapi pami sanes urang cibiuk asli mah rasa na moal sami.”  Orang yang paling ahli membuat Sambel Cibiuk hanya orang Cibiuk asli, walau pun bahan dan cara pengolahannya sama, tapi kalau bukan orang Cibiuk asli yang membuatnya rasanya akan tidak sama.

Makam Eyang Siti Fatimah yang terletak di komplek makam keramat Haruman, juga sering dikunjungi para pengusaha restoran dengan tujuan untuk kesuksesan usahanya. Apabila si Penziarah menemukan buah lombok merah berjumlah ganjil 3, 5, 7, atau 9 pada pohon sekitar makam Eyang Siti Fatimah, maka lombok tersebut digunakan sebagai benih dan dipercaya memiliki tuah untuk kesuksesan usaha restoran. Tapi kalau hanya menemukan satu lombok merah berarti belum bertuah, ini diyakini  aurad atau wirid-nya ada yang kurang.

Cita rasa yang muncul dari paduan bumbu-bumbu terasi putih, cabai rawit hijau, tomat mentah / tomat hijau untuk sambel hijau, tomat merah untuk sambel merah, ditambah gula dan garam, daun kemangi, bawang merah, bawang putih, dan asem kawak mampu mengugah selera tersendiri. Mengundang sensasi khas bagi perut lapar  dan sepedas apa pun, Sambel Cibiuk tak pernah mengakibatkan sakit perut.[ii]

Hampir masakan Indonesia ada unsur cabe yang menimbulkan rasa sensasional. Sambel berfungsi sebagai pelengkap masakan yang memiliki peran penting. Tanpa Sambel masakan jadi terasa tidak memiliki arti apa pun. Jenis sambel di Indonesia sangat beragam mulai dari sambel ulek, pecel, kecap, dadakan, tomat, terasi, dabu-dabu, dan aneka sambel lainnya yang jumlahnya ratusan. Boleh dibilang untuk mengetahui ciri khas Indonesia saat makan adalah “kepedasan” sambil berkeringat.[iii] Diantara sambel yang ada di Indonesia, sambel Cibiuk satu-satunya sambel yang dilingkupi dengan mitos makam keramat dan sejarah penyebaran Islam.