Aku punya hutang cerita padamu kawan, beberapa bulan yang lalu aku pernah bilang akan ngorek-ngorek rahasia orang-orang sukses. Baru bulan ini aku ketemu sama orang sukses itu, kawan anda pasti pernah dengar Bambang Pranowo.
Ya kemarin aku sengaja berkunjung ke kantornya di Gedung YPPK departemen pertahanan, nganter Mas Farrel (itu loh anak TH yang nulis Buku Syair grup Band Padi) ngambil artikel buat jurnal Haji. “Wah mimpi kali ye….?” Biasanya aku hanya ketemu Pak Bambang kalau nguji promosi doktor, yang terkenal tajam dan mematikan pertanyaannya. Tapi kesan itu hilang begitu mendapat sambutan hangat di kantornya. Pak Bambang selain aktif sebagai pimpinan YPKP departemen Pertahanan, beliau juga menjadi dosen terbang di Singapura, wajar beliau adalah guru besar antropologi agama, pakar Islam Jawa.
Pak BP menyapaku, “De aktivitasnya apa?” Aku baru masuk kuliah S2,” dimana?” UIN Jakarta pak, “oh ikut mata kuliah saya ga?” Belum, baru semester satu pak. Akhirnya setelah cerita ngalor-ngidul tentang hidupnya, keluar juga rahasia prinsif hidup Pak BP.
“Bapak dulu pertama kali menginjak Jakarta menglami kesulitan, harus banting tulang kerja sana-sini, untuk tetap bisa lanjut sekolah dan ngasih makan anak istri. Namun dengan prinsif 5L, alhamdulillah saya bisa sukses. 5 L itu, Lurus kepada Allah, Lapang dada, Lincah, Luwes, Legowo
L pertama, Lurus niat karena Allah, keyakinan akan Allah, berbuat yang sesuai dengan ajaran Allah, dan tujuan kemabali kepada Allah. Dengan keyakinan ini semua seberat apa pun masalah yang saya hadapi akan terasa ringan, itu karena yakin saya tidak sendirian.
L kedua, Lapang dada, berdamai dengan keadaan, menerima apa yang telah dianugrahkan Tuhan, dan tidak ambil pusing dengan komentar orang tentang kita, sebab apa pun yang akan kita lakukan, toh pasti dikomentari orang.
L ketiga dan L keempat, Lincah dan Luwes, “bedanya apa sih pa, Lincah dan Luwes ?” Lincah itu kita pandai memanfaatkan momen, atau kita menciptakan momen itu untuk kita manfaatkan sebaik mungkin. Nah kalo Luwes itu, fleksibel, artinya kita bisa memposisikan diri apa, dimana dan siapa yang kita hadapi. Sehingga kita banyak diterima dan difahami masyarakat apa pun golongannya.
L kelima, Legowo, bahasa jawa kira-kira artinya lkhlas lillahi ta’ala, wah ini dia ilmu ikhlas, ilmu pamungkas si Pandi di film “Kiamat Sudah Dekat,” pasti sudah nonton kan?
Oh iya, beliau ngasih artikel mengenai dua buah kisah menarik tentang ibadah haji. Yang pertama menceritakan bagaimana sebetulnya hakikat kebanyakan manusia dalam melakukan ibadah haji. Yang Kedua, bagimana hakikat menjadi haji mabrur. Wah disini saya ga akan menulis ulang artikel itu-entar diprotes Mas Farrel- yang penting saya bisa membayangkan proses Bambang Pranowo yang lahir di Magelang nun jauh disana, bisa menjadi BP seutuhnya. Seutuhnya menjadi orang jawa dengan membantah teori trikotomi “abangan-priayi-santri” ala Clifford Geertz, seutuhnya menjadi ilmuwan yang setia dengan identitas Islamnya, seutuhnya mempunyai keluarga yang setia mendampingi dan selalu menunggu di kampung, seutuhnya memiliki jiwa yang tenang.
Alangkah bangganya pa BP, mungkin jika Tuhan memutar pita kehidupan Pa BP kembali ke masa mudanya dan Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih dua jalan yang berbeda, PASTI Pak BP akan memilih jalan yang telah dilaluinya untuk yang kedua kalinya, SEBAB “jiwa saya merasa puas dengan apa yang telah saya lakukan.”
Kaya kisah Pa Quraish Shihab he…….., lain kali akan aku ceritakan, hanya kepadamu kawan…